Majalengka newstv.id
Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, MM., baru – baru ini melakukan sidak ke kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak & Keluarga Berencana (DP3AKB). Hal itu dilakukan, karena saat lewat Ia melihat di depan kantor DP3AKB tampak kotor tidak terawat.
Seperti diketahui, pemkab Majalengka saat ini mempunyai program unggulan terkait kebersihan, yaitu GEBER JUMAT (Gerakan Bersih-Bersih dan Berkah di Hari Jumat). Sehingga dalam postingannya tersebut Bupati Majalengka tampak merasa tersinggung atas fenomena tersebut.
“Saya berbusa – busa ngajak beberisih, setiap OPD ngajak masyarakat, setiap lingkungan OPD harus bersih sebagai contoh, tapi gak ada kepedulian begini, saya yang lewat kesini MaasyaaAlloh, apa gak malu Bapak, banyak orang lalu lalang ketika kantor Bapak di pusat kota, seperti hutan belantara,” ucap Eman Suherman, tampak kesal dalam video saat sidak tersebut.
Kejadian sidak yang kemudian diposting di akun miliknya di salah satu media sosial tersebut viral. Tampak beragam komentar dan tanggapan dari warganet, tak terkecuali dari pemerhati pendidikan, politik dan kebijakan publik Dr. H. Momon Lentuk, S.Pd., M.Pd.
Momon Lentuk, yang akrab di sapa Kang Molen, saat ditemui awak media di kantornya Kamis (04/08/2025), memberikan apresiasi kepada Bupati Majalengka yang melakukan sidak di DP3AKB.
“Sidak Bupati tersebut, merupakan tindakan yang sangat baik, karena dengan sidak itu, Bupati akan lebih banyak mengetahui kinerja perangkat OPD, dan menurut saya alangkah baiknya sidak itu dilanjutkan, supaya nanti fenomena ini terlihat, bersih atau tidak, kerja baik atau tidak, sigap atau tidak, nanti muncullah kesimpulan Bupati terhadap program bersih-bersih,” ungkap Kang Molen, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Disparbud.
Saat awak media menanyakan tingkat efektivitas antara program Geber Jumat dan Sidak, Ia memandang, sidak lebih efektif dilakukan Bupati, “kalau dalam pandangan saya, sidak nampaknya akan lebih membuat setiap OPD merasa lebih bertanggung jawab,” ucapnya.
“Karena dengan Sidak, itu kan otomatis karena tidak diketahui kapan datang, sehingga mereka barang tentu akan selalu mempersiapkan untuk bersih, baik setiap OPD, Desa atau Kecamatan,” tambahnya.
Sementara kalau program seperti Geber Jumat, kan sudah terencana waktu dan tempatnya, sehingga kesadaran akan kebersihan hanya muncul pada waktu program tersebut dilaksanakan, dan sesudahnya, cenderung akan kembali lagi seperti semula. Namun walaupun demikian, menurutnya program Geber Jumat sangat bagus sebagai salah satu program unggulan.
“Kalau melaksanakan programnya (Geber Jumat), sudah berhasil, setiap Jum’at kita bersih-bersih ke lapangan, Bapak Bupati sangat proaktif, Wakil Bupati, Sekda, begitupun para pejabat proaktif. Tetapi ingat, program bersih-bersih itu setelah saya analisis secara kasat mata, program ini hanya sementara sifat hasilnya,” jelas Kang Molen.
Lebih lanjut, menurutnya, ada dua point penting agar warga masyarakat Majalengka konsisten terhadap kebersihan, “pertama, sidak lanjutkan, sidak itu membuat orang selalu siap untuk bersih. Yang kedua, Bapak Bupati atas persetujuan DPRD tentunya menyiapkan anggaran, karena sebuah program itu tidak akan sukses dengan hebat kalau tanpa anggaran,” ucapnya.
Anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di setiap Desa, Kecamatan dan Kabupaten. Untuk di Desa, jika APBD tidak mencukupi, dapat kiranya menggunakan Dana Desa ( DD) sesuai aturan.
Sampah yang tidak dapat diselesaikan di tingkat Desa dan Kecamatan, seperti limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) dapat dikirim ke TPA tingkat Kabupaten di Desa Heueleut Kecamatan Kadipaten.
“Kalau anggaran, memang pada prinsipnya harus melalui pengkajian. Saya kalau secara konteks nominal tidak punya gambaran harus berapa, tapi yang pasti berarti anggaran untuk penanggulangan sampah itu diperuntukkan untuk tempat pembuatan TPA di Desa, Kecamatan dan pengadaan mobil sampah. Jadi tinggal dihitung saja, kalau 26 Kecamatan dilakukan pengadaan 26 mobil, ya tinggal dikalikan saja ke harga mobil, jadi akan berapa anggarannya, itu akan muncul berapa jumlah besaran anggarannya,” ungkap Kang Molen, yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Majalengka ini.
newstv.id majalengka
( asep saefuloh )













