Belasan Pelajar Merokok di Warung Saat Jam Belajar, Diduga Siswa SMK Ma’rif Nanggulan

Belasan Pelajar Merokok di Warung Saat Jam Belajar, Diduga Siswa SMK Ma'rif Nanggulan

Newstv.id, Kulon Progo – Sebuah warung makan tidak jauh dari SMK Ma’arif 1 Nanggulan, bernama “warung mbok bodro” pada Jumat 6 Februari 2026 sekitar pukul 08.30 WIB mencuri perhatian banyak kalangan. Bagaimana tidak, pagi itu justru menjadi base camp anak remaja berseragam pramuka. 

 

Ironisnya, belasan pemuda yang berseragam sekolah diduga pelajar dari SMK Ma’rif 1 Nanggulan itu dengan santainya nongkrong bermain game di HP masing-masing sambil merokok. Kebiasaan para siswa nongkrong di warung tersebut sudah sering terjadi. Bahkan, setiap hari karena antara warung dengan sekolahan mereka sangat berdekatan.

 

Fenomena siswa nongkrong sembari merokok di warung tersebut menyita perhatian banyak pihak karena terkesan pihak sekolah tidak melakukan pengawasan. Apa lagi kumpul-kumpul di warung tersebut pada saat jam pelajaran berlangsung.

 

Pihak pemilik warung juga disesalkan karena memberi ruang bebas bagi para pelajar tersebut merokok di warung miliknya.

 

“Terus terang kita sangat prihatin melihat belasan siswa nongkrong di warung makan saat jam pelajaran. Parahnya lagi karena mereka bebas mengisap rokok sambil main game pula. Tentu sangat memprihatinkan masalah ini,” ujar seorang pengunjung warung makan Mbok Bodro, Jumat (6/2/2026).

 

Pria yang mengaku bernama Rindang (47), warga Sentolo pagi itu singgah di warung Mbok Bodro untuk keperluan sarapan pagi. Namun saat ia masuk dalam warung, didapati belasan pelajar berseragam Pramuka memenuhi beberapa ruangan. Para siswa ini merokok sbuk bermain game di HP mereka.

 

Melihat suasana yang penuh dengan asap rokok, Rindang lun hanya memesan secangkir teh tawar. Tak berselang lama, karena terusik asap rokok akhirnya mengurungkan niatnya untuk makan di tempat itu.

 

Rindang yang mengaku perihatin melihat keberadaan anak remaja yang bebas merokok seperti itu. Padahal mereka itu belum memiliki penghasilan tetap melainkan masih mengandalkan uang pemberian orang tuanya. Selain persoalan uang, kedisiplinan seorang siswa juga hilang ditambah lemahnya pengawasan pihak sekolah dan pengawasan dari eksternal.

 

“Pengawasan eksternal itu, dari Satpol PP atau dari Bhabinkamtibmas, bisa juga Babinsa. Tapi ini peran trantib di kecamatan. Yang lebih penting lagi pemilik warung harus menegur jika ada pelajar merokok di tempatnya,” tegas Rindang.

 

Sementara itu, pihak sekolah SMK Ma’rif 1 Nanggulan belum bisa dikonfirmasi. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *